h1

Membajak Account Facebook, Meminta Tebusan Foto Porno

12/07/2009

Berhati-hatilah bila online melalui warnet, entah itu untuk keperluan kerja ataupun ber-Facebook ria. Jangan sampai lupa logout karena akan sangat berbahaya bila itu tidak dilakukan. Atau bisa juga dengan membersihkan semua data browsing di browser yang anda pakai. Mozilla: Tools → Clear Private Data, lalu contreng semua pilihan lalu Clear Private Data Now. Anda tentunya tak ingin kejadian di bawah ini menimpa anda.

Oregon – Seorang remaja asal Oregon, Amerika Serikat terpaksa diringkus kepolisian setempat. Pasalnya, remaja mesum ini membajak akun Facebook dan MySpace milik dua mahasiswi. Tak hanya itu, dia memeras korban agar mengiriminya foto porno.

Dikutip detikINET dari AbcNews, Kamis (9/7/2009), kepolisian menerangkan si remaja sepertinya berhasil mengetahui password para korban. Kemudian ia mengganti password itu sehingga pemilik Facebook yang asli tidak bisa mengaksesnya.

Lewat e-mail, tersangka lalu menghubungi para korban yakni mahasiswi dari Oregon State University dan Washington State University. Para korban bisa mendapat akunnya kembali dengan syarat mereka memberi tersangka foto-foto porno.

Namun untungnya para korban tidak terpengaruh dengan tindak pemerasan tersebut. Mereka memilih menghubungi polisi untuk mengungkap pelaku yang telah membajak akun Facebook dan MySpace kepunyaan mereka.

Polisi akhirnya berhasil membekuk tersangka melalui pelacakan e-mail. Sang remaja berkelit bahwa apa yang dilakukannya hanya iseng-iseng saja. Namun polisi tetap memberlakukan proses hukum terhadapnya.

Pihak Facebook sendiri menanggapi kasus ini dengan serius. “Kami akan bertindak tegas pada siapapun yang melakukan pelecehan cyber,” tukas Barry Schnitt dari Facebook. ( fyk / faw )

h1

Cinta Bernama Jarwo

05/07/2009

Matanya tak kunjung berpaling dari sesosok makhluk yang teramat sangat dia kagumi itu. Perempuan paling cantik di negeriku Indonesia. Begitu Dewa 19 menggambarkan jawaban Jarwo setiap kali ada temannya bertanya kenapa dia begitu tergila-gila pada makhuk yang seringkali dianggap biasa oleh banyak orang. Bagi Jarwo, makhluk itu adalah state of the art, God’s masterpiece. Meski oleh banyak orang pendapat Jarwo dengan mudahnya dimentahkan selayaknya pihak gereja zaman dulu mementahkan teori milik Galileo. Jarwo bukanlah orang pintar, bukan pula seniman penuh kreativitas. Dia bahkan sering tidak yakin kalau 1+1=2. Namun coba saja ajak kurator handal manapun untuk membujuk Jarwo agar membeli lukisan terindah di dunia. Jarwo akan menjawab dengan lantang dan penuh percaya diri bahwa selama dia (makhluk pujaan Jarwo) masih ada, Monalisa adalah sampah.

Hari demi hari Jarwo tak pernah absen melaksanakan mandat yang didaulatkan oleh kerajaan cintanya. Entah sekedar say hi, memeriksa lantai untuk memastikan tak ada air setetespun yang dapat membuat sang putri terpeleset, dan bahkan melumuri wajahnya dengan timun bangkok yang dipetiknya setiap hari di jalur Gaza agar wajahnya 1 cm lebih dekat ke sosok pangeran tampan tapi siapa tahu gay yang diidam-idamkan oleh makhluk pujaannya tersebut. Jarwo adalah seorang martir, seseorang yang rela mati demi apa yang diyakininya benar. Meskipun seringkali sulit dibedakan mana yang martir dan mana yang orang gila.

Hari ini adalah hari yang sangat spesial bagi Jarwo, karena hari ini dia akan memakai jubah kebesarannya. Jubah yang biasanya hanya tergantung lemas di lemari usang miliknya. Dengan penuh semangat juga rasa bangga Jarwo memandangi setiap inci dari dirinya di cermin. Baginya hari ini adalah hari yang jauh lebih memorable dari hari kelulusan SMA seorang yang tak pernah tahu perbedaan antara matematika dan fisika.

“Sah?”, “Sah!”. Karena hari adalah hari dimana Jarwo dan perempuan yang paling dicintainya itu meneteskan air mata kebahagian. Satu persatu para tamu bersalaman dengan pasangan pengantin baru. Begitu pula dengan Jarwo, dia pun bersalaman dan juga bercipika-cipiki dengan pasangan pengantin tersebut. Jarwo lalu berbisik pada makhluk pujaannya itu, “Thank you for being exist…” dan lalu langsung melangkah pergi meninggalkan hall ceremony tersebut tanpa menanti respon Monalisanya.

Baginya, cinta adalah pengabdian. Meski pengabdian itu terlihat sangat bodoh sebodoh tentara Inggris yang dengan setia menjaga gerbang istana Buckingham tanpa berkedip sekejap pun. “Cinta adalah cinta. Entah memiliki atau tidak”, jawab Jarwo ketika seorang sahabatnya bertanya kenapa Jarwo tak pernah tampak sedih sedikitpun meski sudah selayaknya dia menangis karena patah hati. Begitulah Jarwo.

(Diimpor dari note Facebook saya)

h1

Dijual Rumah Dekat Sudirman Jakarta Pusat

09/04/2009

SHM, Luas Tanah 537 m2, Strategis untuk kantor/bisnis.

Jl. Pejompongan Raya No. 22 Jakarta Pusat (Belakang PAM)

CP: Ny. Lucky H (Tanpa Perantara)
HP: 0813-1955-2573